Bupati Malang Buka Sosialisasi Peran Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Radikalisme

MALANG - Dalam rangka memperkuat pemahaman kita bersama terhadap pentingnya menangkal radikalisme dan menumbuhkan rasa toleransi, menuju kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk, semakin maju, produktif dan berdaya saing, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M. M., buka Sosialisasi Peran Penyuluh Lapangan Dalam Upaya Pencegahan Paham Radikalisme, bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (23/11) Pagi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Jawa Timur, Dr. Hj. Hesti Armiwulan, S. H., M. Hum., dan Pujianto selaku Narasumber, Kepala BNPT Wilayah Malang, Jajaran Kepala OPD Kabupaten Malang serta Penyuluh Lapangan di Wilayah Kabupaten Malang.

Saat ini kita berada pada era digital dengan perkembangannya yang begitu cepat dan dinamis. Dunia yang semakin canggih dan kecanggihan teknologi, telah merubah banyak aspek dalam kehidupan, diantaranya mendorong masyarakat untuk cenderung bersikap individualis. Konsekuensi dari kecanggihan di era digital saat ini, menjadikan upaya-upaya untuk merawat kebhinnekaan juga harus disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Eksklusivitas dan individualisme masyarakat saat ini memang merupakan ranah pribadi yang sedikit membutuhkan effort dalam menanganinya, sehingga pendekatan yang dilakukan juga harus bersifat personal untuk menggerakkan motivasi dari dalam diri sendiri. 

“Forum-forum seperti ini menjadi strategis, karena dari sinilah kita dapat belajar untuk berfikir kritis, dan memahami bagaimana cara untuk menjaga sikap toleransi, termasuk bagaimana kita sebagai suatu bangsa dapat merajut kebersamaan, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa ditengah keragaman serta perbedaan, sebagaimana spirit “Bhinneka Tunggal Ika”, yang selama ini kita gaungkan”, Ungkap Bupati Malang.

Upaya-upaya untuk mencegah perkembangan paham radikalisme, perlu untuk terus kita lakukan secara massif, terintegrasi dan berkelanjutan. Hal ini juga bertujuan untuk membentengi sikap mental kita, sekaligus mempersempit ruang gerak paham radikalisme yang perkembangannya hampir tidak terlihat dan sangat sulit untuk dideteksi. Inilah yang menjadi urgensi bagi kita semua, karena upaya Pemerintah saja tidak cukup untuk membendung perkembangan doktrin radikalisme, sehingga perlu keterlibatan aktif seluruh pihak, mulai dari tingkat pusat hingga grassroots sekalipun.

“Perlu saya tekankan kepada semua yang hadir, karena di era digitalisasi seperti sekarang ini kita sebenarnya memiliki peran strategis dalam melakukan filter untuk menangkal penyebaran paham radikalisme, yang juga dapat menyebar begitu cepat melalui ruang-ruang digital, serta dengan adanya sosialisasi ini akan memberikan edukasi kepada Masyarakat agar nilai-nilai Pancasila tidak tergeser oleh paham-paham yang dapat merusak Pancasila sebagai Dasar Negara”, Lanjutnya.

Harapannya hal ini dapat kita upayakan bersama, dan semangatnya juga semakin menjalar ke seluruh penjuru wilayah, dan ke pelosok-pelosok desa, juga ke lembaga pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, juga diteruskan sampai tingkat bawah dengan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat, komunitas, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi wanita, organisasi profesi, hingga sampai ke kalangan masyarakat di tingkat akar rumput. Pemerintah Kabupaten Malang saat ini juga terus berupaya mengoptimalkan peran Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) yang berada di wilayah Kecamatan Turen, sebagai upaya deradikalisasi terhadap eks napiter, dengan pendekatan soft approach berbasis ekonomi, dan pariwisata. “Selamat mengikuti sosialisasi, semoga tidak ada lagi orang yang berpaham radikalisme dan intoleran, paham kekerasan serta paham-paham yang tidak sesuai dengan adat ketimuran”, Tutur Bupati Malang di akhir sambutannya. (Prokopim/Day/Tan)

Share this Post: